Gerhana Matahari Total Muncul, Hewan Berubah Perilaku

Fenomena alam langka Gerhana Matahari Total (GMT) bakal melewati sebagian wilayah Indonesia pada 9 Maret 2016. Ada banyak persiapan menyambut gerhana langka tersebut.
Bukan hanya manusia saja yang menyambut datangnya fenomena gerhana. Hewan pun juga punya caranya masing-masing 'menyambut' munculnya GMT tersebut. Fenomena gerhana langka itu, dikatakan aman bagi ekosistem lingkungan hidup.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Kamis 18 Februari 2016, mengatakan fenomena GMT pada bulan depan tidak berdampak pada lingkungan.
"Tidak ada (dampak) signifikan GMT pada alam. Perubahan hanya beberapa menit hanya berpengaruh singkat. Hewan malam kadang merespons dengan perubahan perilaku sesaat," tutur Thomas keadaVIVA.co.id.
Dikatakan, salah satu perubahan yang bisa muncul dari hewan, yaitu perubahan perilaku karena kondisi cahaya yang gelap sesaat.
"Respons pada binatang malam umumnya terlihat dari perilaku seperti menyambut malam," ujar pria jebolan doktor Department of Astronomy, Kyoto University, Jepang itu.
Pria kelahiran Purwokerto itu menegaskan, karena umumnya fenomena gerhana berlangsung singkat, maka tidak berdampak buruk bagi alam.
"Gerhana terlama hanya sekitar 5 menit, jadi tidak signifikan dampaknya," kata dia.
Tercatat, ada 12 Provinsi di Indonesia yang dapat menyaksikan seluruh fenomena langka ini. Wilayah tersebut, yaitu Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
 
Tujuh kota yang dilewati GMT adalah Bengkulu, Palembang, Samarinda, Palu, Tanjung Pandan, Pangkalan Bun, dan Ternate. Selain itu, sejumlah daerah lain di Indonesia juga bisa menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS), antara lain Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Ambon. /viva.co.id

Gubernur Sulteng Lantik Walikota dan 6 Bupati di Sulawesi Tengah

Gubernur Sulteng Lantik Walikota dan 6 Bupati di Sulawesi Tengah

Palu - Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola hari Rabu (17/2/2016) ini  melantik pasangan Walikota dan Wakil Walikota Palu Periode 2016-2021, Drs. Hidayat, M.Si dan Sigit Purnomo bersama dengan 6 pasangan Bupati dan Wakil Bupati lainnya.
Mereka yang dilantik adalah bupati dan wakil bupati Tojo Unauna Moh.Lahay, SE dan Admin As. Lasimpala, S.Ip,  Bupati-wakil bupati Tolitoli Moh. Saleh Bantilan, SH dan H. Abd. Rahman Hi. Budding, Bupati-wakil bupati Banggai Laut Drs. H. Wenny Bukamo dan Hj. Tuty Hamid, Bupati dan wakil bupati  Sigi Moh. Irwan, S.Sos, M.Si dan Paulina, SE, M.Si, Bupati dan wakil bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dan Ir. Samsuri, M.Si, serta bupati dan wakil bupati Morowali Utara  Ir. Aptripel Tumimor, MT dan Moh. Asrar Abdul Samad.
Selesai dilantik, para bupati wakil bupati serta walikota dan wakil walikota menandatangani pakta integritas yang memiliki dua tujuan. Pertama, untuk mendukung sepenuhnya gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di provinsi dalam pembinaan dan pengawasan umum dan teknis terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Kedua, untuk mensinergikan dan mengintegrasikan agenda prioritas nasional dan agenda prioritas pemerintah daerah provinsi ke dalam agenda pemerintah daerah kabupaten dan kota.
Gubernur Sulawesi Tengah Longki Janggola pada kesempatan itu mengatakan, dengan dilantiknya sebagai Bupati dan Wali Kota, maka secara otomatis kesinambungan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di wilayahnya, sudah menjadi tanggung jawab masing-masing. Karena itu diharapkan tugas tersebut dilaksanakan dengan baik.
“Saya minta untuk melaksanakan sebaik-baiknya amanah yang telah diberikan masyarakat dengan terus mengupayakan terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran masyrakat di kabupaten/kota yang saudara pimpin,” harap Gubernur.
Sementara pasangan bupati-wabup terpilih dari Kabupaten Banggai, Herwin Yatim dan Mustar Labolo belum dilantik, karena  masa jabatan Bupati-Wabup Banggai periode sebelumnya baru akan berakhir pada 8 Juni 2016 mendatang.
Selesai pelantikan, acara lalu dilanjutkan dengan pelantikan Ketua TP-PKK Kota dan Kabupaten di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur. /rri.co.id

Tiba di US-ASEAN Summit, Jokowi Disambut Obama


California - Presiden Joko Widodo tiba di Sunnyland Center, California tempat dihelatnya US-ASEAN Summit. Saat tiba di tempat acara, Jokowi langsung disambut Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Jokowi tiba di Sunnyland Center, California, Amerika Serikat, Senin (15/2/2016) pukul 15.30 waktu setempat. Saat turun dari mobil, Jokowi sudah ditunggu Obama.

"How are you Mr President?" kata Jokowi kepada Obama sambil berjabat tangan. Keduanya tampak serasi mengenakan jas hitam dan kemeja putih.

Setelah itu, kedua kepala negara itu terlibat pembicaraan santai. Obama merangkul pundak Jokowi sambil berjalan masuk ke tempat acara.

Foto: Jokowi disambut Obama di US-ASEAN Summit di California, Selasa (15/2) (Habibi/detikcom)

Seluruh pimpinan negara ASEAN sudah tiba di lokasi. Acarapun langsung dimulai.

Para pimpinan negara yang hadir antara lain, Sultan Brunei Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Presiden Laos Choummaly Sayasone, Presiden Philipina Benigno Aquino III, Presiden Indonesia Joko Widodo, PM Kamboja Hun Sen, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Vietnam Nguyen Tan Dung.

Lalu PM Malaysia Najib Razak, PM Thailand Prayut Chan O Cha, Wakil Presiden Myanmar Nyan Tun, dan tuan rumah Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Selain itu hadir pula Sekjen ASEAN Le Luong Minh.

Pada KTT hari pertama, akan dibahas permasalahan ekonomi di kawasan ASEAN. Para kepala negara hari ini akan bertemu dengan CEO IBM, CEO Microsoft dan CEO Cisco. Bersama tiga CEO itu, para kepala negara akan membincangkan iklim investasi di kawasan ASEAN, terutama di bidang teknologi. /detik.com

Sumber Internal KPK: Selain Oknum MA, Pengusaha dan Pengacara Juga Ditangkap

Sumber Internal KPK: Selain Oknum MA, Pengusaha dan Pengacara Juga Ditangkap
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan, Jumat (12/2/2016) malam.
Berdasarkan informasi dari sumber internal KPK, enam orang ditangkap dalam operasi tersebut. Pihak yang ditangkap adalah Kasubdit bagian Pranata Perdata di Mahkamah Agung berinisial AS dan lima orang lainnya.
Selain AS, KPK juga menangkap tangan seorang pengusaha berinisial I, pengacara berinisial A, staf berinisial S, serta seorang sopir dan petugas keamanan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KPK terkait operasi tangkap tangan itu.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Humas MA Ridwan Mansyur mengatakan bahwa AS telah bekerja di MA selama 15 hingga 20 tahun. MA akan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada penegak hukum.
Namun, menurut Ridwan, dalam standard operational procedure (SOP) yang dimiliki MA, jika ada staf yang tertangkap tangan dan dilanjutkan dengan penahanan, maka akan dikeluarkan surat keputusan pemberhentian sementara.
Jika yang bersangkutan bukan hakim, surat pemberhentian sementara akan diberikan oleh sekretaris MA.
"Dia (AS) nonhakim, sudah lama bekerja di MA," tuturnya.
Tim KPK juga menyita dua mobil saat operasi tangkap tangan di Jakarta. Selain itu, KPK juga menyita uang dari OTT tersebut.
Keenam orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di KPK.
KPK mempunyai waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status enam orang yang diamankan tersebut apakah menjadi tersangka atau tidak. /tribunnews.com

BREAKING NEWS: Bupati Demak Dachirin Said Meninggal Dunia di RS Telogorejo Semarang

BREAKING NEWS: Bupati Demak Dachirin Said Meninggal Dunia di RS Telogorejo Semarang
Demak - Telah meninggal dunia Bupati Demak, Dachirin Said di ruang ICU Rumah Sakit Telogorejo, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/2/2016) siang sekitar pukul 13.40 WIB. Rencananya hari ini jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Pendopo Kabupaten Demak.
" Beliau meninggal karena alami sesak nafas. Saat ini masih dilakukan penyelesaian administrasi di Rumah Sakit Telogorejo, " kata Kabag Humas Pemkab Demak, Daryanto kepada Tribun.
Menurut Daryanto, Dachirin akan dimakamkan pada besuk Minggu (14/06/2016) di kompleks pemakaman Masjid Agung Demak. " Beliau akan dimakamkan berdampingan dengan makam Bupati terdahulu Tafta Yani, " pungkas Daryanto.
Selama masa kepemimpinan terakhir, Dachirin absen berminggu-minggu karena menderita sakit. Bapak yang dikenal santun ini meninggalkan tiga orang anak. /tribunnews.com

DPRD Karo Sepakat Tunda Pelantikan Bupati

Waspada
Tanah Karo – Sejumlah 22 Anggota DPRD Karo menyatakan sepakat rapat internal dengan seluruh fraksi guna mengusulkan penundaan pelantikan Terkelin Berahmana dan Cory sebagai pemenang Pilkada Karo yang ditetapkan KPU setempat.
Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di kantor DPRD Karo di Kabanjahe baru-baru ini. Keputusan dilakukan setelah adanya reaksi dari masyarakat yang menamakan dirinya Jambur Pergerakan Sientrem (JPS).
Kelompok ini mensinyalir adanya pelanggaran yang dilakukan KPUD Karo dengan merujuk rekomendasi Panwaslih Nomor 33/LP/Panwas-Karo/II/2015, menyangkut adanya dugaan pelanggaran nama di ijazah bidan dan KTP atas nama Surjawaty. Begitupula perbedaan tahun lahir pada ijazah dan KTP maupun pembubuhan tandatangan pada blanko pengusulan calon dari DPP Golkar yang tidak sesuai nama calon wakil bupati paslon nomor 6.
Timbulnya silang pendapat ini mendapat respon dari Paslon Bupati Karo lainnya, termasuk Sudarto Sitepu, Layari Sinukaban, Cuaca Bangun, Ediulina Ginting, Julianus Ginting, dan Natanael Tarigan dari JPS Kabupaten Karo.
Bahkan Nursiana br Surbakti yang semula sudah mendaftarkan diri bersama pasangannya Terkelin Berahmana, dalam perjalanannya digantikan Cory Sebayang. Rapat Dengar Pendapat dipimpin langsung Ketua DPRD Karo, Nora Else, didampingi Wakil Ketua Inolia Ginting serta dihadiri 22 anggota dewan dengan disaksikan Kapolres Tanah Karo AKBP Viktor Togi Tambunan dan sejumlah masyarakat.
Ketua KPU Karo, Benyamin Pinem, menampik semua pertanyaan dari JPS dan tetap bersikukuh bahwa pihaknya sudah menjalankan regulasi tahapan Pilkada di Karo mulai pendaftaran hingga pengumuman pemenang Pilkada tetap di bawah naungan (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) PKPU No 9 tahun 2015.
Benyamin mengaku hanya mengacu kepada anggaran dasar/anggaran rumah tangga Partai Golkar, bukan mengacu kepada PKPU No 9 tahun 2015, pasal 38 huruf b. Nursiana Surbakti, pasangan awal Terkelin Berahmana yang sudah mendaftar ke KPU Karo, terkesan didepak dari kesepakatan dan diganti Cory Sebayang sebagai paslon wakil bupati Karo.
Nursiana pun akan melaporkan kecurangan KPU Karo atas pencopotan dirinya sebagai wakil calon Bupati ke Polres Karo. Kapolres Tanah Karo, AKBP Viktor Togi Tambunan, menyebutkan, pihaknya akan menerima dan memproses laporan dari masyarakat. Akan tetapi, Kapolres meminta laporan memiliki bukti-bukti yang kuat. /waspada.co.id

Polsek Lubukbaja Kepri Evakuasi Mayat PNS Asal Sulawesi dari Kamar Hotel

mayat
Tribratanews.com – Kepolisian Sektor Lubukbaja Resor Kota Barelang, Kepulauan Riau, melakukan evakuasi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Sulawesi Barat yang ditemukan me inggal di toilet kamar 02 Hotel Bali. Dari identitas yang ditemukan, PNS tersebut bernama Kaslan. Namun, pihak kepolisian belum mengetahui pasti apa tujuan pria yang sudah kepala lima tersebut datang ke Batam. 
"Keterangan yang kita dapat, ia datang sendiri dan menginap di hotel ini, sejak 3 Februari kemarin," ujar Kapolsek Lubukbaja, Komisaris Polisi I Dewa Nyoman ASN, Selasa (09-02-2016).
Sementara untuk penyebab kematiannya, saat ini pihaknya masih menunggu hasil otopsi di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam. Namun, di dalam kamar Kaslan, ditemukan obat-obatan yang salah satu diantaranya menurut dokter Kepolisian yang datang ke lokasi, merupakan obat tekanan darah tinggi.
"Dugaan awal kita, yang bersangkutan mengidap penyakit, karena banyak obat di dalam kamarnya. Keterangan dari dokter tadi, salah satunya adalah obat darah tinggi. Tapi kita menunggu hasil otopsi untuk kepastian lebih lanjut," jelas Kompol Dewa.
Selain itu, Kaslan sendiri ditemukan dalam kondisi telentang dengan badan separuh tersandar ke dinding kamar mandi. Dari hidungnya, juga keluar darah.
"Secara kasat mata, memang ada darah keluar dari hidungnya. Namun kita belum bisa memastikan darah itu akibat apa, apakah akibat kekerasan atau lainnya," tambahnya.
Dijelaskan Kompol Dewa, begitu mendapat laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. "Barang-barang Kaslan juga tidak ada yang hilang. Bahkan, satu unit ponsel yang baru ia beli, terlihat dari layarnya yang masih dibaluti plastik, ada di dalam kamar. Bahkan kunci kamar juga menempel pada kontak listrik di dalam kamar," jelasnya.
Berita sebelumnya, Informasi yang didapat, mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh room boy hotel, bernama Ardiansyah (25). Ia diminta mengetuk pintu kamar oleh kasir bernama Lisa, untuk menanyakan apakah akan menyambung masa sewa kamar atau tidak.
"Batas kamar sebenarnya sampai jam 12 siang. Saya disuruh kasir mengetuk pintu untuk menanyakan yang bersangkutan ingin menyambung kamar atau tidak," ujar Ardiansyah, di lokasi.
Karena tidak mendapat jawaban, ia mengambil kunci serep kamar dan membuka pintu. Tiba-tiba ia melihat tangan Kaslan yang keluar dari kamar mandi kamar. Ia tidak berani untuk melihat ke dalam dan langsung melapor pada pemilik hotel. /tribratanews.com

Teroris Poso Sengaja Dipelihara untuk Kenaikan Pangkat dan Anggaran



Jakarta - Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror kembali menangkap dua orang anak buah jaringan teroris Santoso, di Poso, Sulawesi Tengah. Keduanya adalah Rodik dan Aji alias Syuaib. ‎ 

Menurut Direktur The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA) Harits Abu Ulya, cerita perburuan terhadap kelompok sipil bersenjata di Poso sengaja tidak pernah dituntaskan.

"Bahkan dibuatkan nomenklatur anggaran pemberantasan terorisme di DPR dan Kementerian Keuangan. Jadi konflik kelompok sipil bersenjata melawan aparat kepolisian akan terus terulang," kata Harits kepada Okezone, Senin (3/3/2014).

Dia menegaskan, Poso menjadi panggung beragam kepentingan, mulai dari masalah anggaran, hingga untuk mendapatkan jabatan atau pangkat. 

"Saya khawatir, jelang pengajuan anggaran tahun 2014-2015 pada April ke DPR dan Menteri Keuangan, Poso dijadikan sebagai panggung konflik oleh pihak-pihak terkait untuk memberi dorongan dan legitimasi kenapa anggaran harus naik dan cair," paparnya.

Berdasarkan data CIIA, dalam dua bulan terakhir konflik di Poso sudah menewaskan tiga orang (satu anggota Polri dan dua orang sipil bersenjata). Pekan lalu ditemukan bom dan peledakan bom di Jalan Pantango Lemba, Poso.

Hari ini ada kontak senjata dan mengakibatkan dua orang anggota Brimob tertembak. "Poso menurut saya harus ada evaluasi total dan komprehensif atas semua kinerja pihak-pihak terkait yang terlibat penanganan konflik sipil bersenjata melawan polisi," terang Haritz.

Pemerhati teroris ini pun mendorong kepolisian untuk mencari akar masalahnya dan solusi serta pendekatan tepat untuk konflik tersebut. Jika tidak, sama saja Poso adalah panggung drama perburuan teroris versi Densus 88 dan BNPT yang dipelihara dengan berbagai kepentingan.

"Poso sebuah kota kecil di teluk wilayah Sulteng, dengan kontur hutan dan pegunungan menjadi seksi untuk kepentingan sebuah konflik terpelihara dengan efek anggaran, pangkat atau jabatan dan kepentingan politik lainnya," tandasnya. /okezone.com

PTTUN Makassar Tolak Gugatan Rusdi Mastura - Ihwan Datu Adam

Kantor PTUN makassar
Palu – Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Makassar, Rabu, 10 Februari 2016 melalui keputusan Nomor 4/PEN-DIS/2016/PT.TUN.MKS menyatakan menolak gugatan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Rusdi Mastura dan Ihwan Datu Adam.
Seperti diketahui pasangan cagub dan wagub ini mendaftarkan gugatan dengan nomor registrasi 4/G/PEN-DIS/2016/PT-TUN-MKS. Mereka menggugat keputusan KPU Sulteng Nomor Kpts/KPU-Prov-024/2016 tertanggal 27 Januari 2016 tentang penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng tahun 2015.
Anggota tim penasehat hukum Koalisi Teruskan, Amir Pakude dari Makassar, Sulawesi Selatan membenarkan keputusan PTTUN itu.
“Sejak awal kami melakukan kajian bahwa besar kemungkinan gugatan mereka ditolak oleh hakim TUN,” kata Amir.
PH Koalisi Teruskan mendasarkan kajiannya pada Undang-undang Nomor 9 Tahun 2004 yang merupakan Perubahan atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang menyuratkan bahwa keputusan Komisi Pemilihan Umum baik di pusat maupun di daerah mengenai hasil pemilihan umum tidak termasuk dalam pengertian keputusan PTUN.
Sudah jelas sejak awal, “bila berdasarkan itu, maka gugatan para pihak yang bersengketa atas hasil pemilihan umum dalam hal ini juga pemilihan gubernur ke PTUN sudah pasti salah alamat,” imbuh Amir.
Pasangan Rusdi-Ihwan mendaftarkan gugatan sengketa mereka dengan nomor registrasi 4/G/Pilkada/2016/PT-TUM-MKS. Mereka menggugat keputusan KPU Sulteng Nomor Kpts/KPU-Prov-024/2016 tertanggal 27 Januari 2016 tentang penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng tahun 2015.
Untuk diketahui dalam UU No 9 Tahun 2004 itu pada pasal 2, ayat 5 disebutkan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan atas dasar hasil pemeriksaan badan peradilan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku itu tidak termasuk dalam pengertian keputusan tata usaha negara.
“Ini mengacu salah satunya pada keputusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang menyatakan menolak seluruh permohonan pasangan Rusdi-Ihwan pada 26 Januari lalu,” jelas Frans Manurung, anggota PH Koalisi Teruskan lainnya.
Lalu, imbuhnya lagi, pada Pasal 2, ayat 7 dalam UU tersebut, disebutkan lagi bahwa keputusan Komisi Pemilihan Umum baik di pusat maupun di daerah mengenai hasil pemilihan umum tidak termasuk juga dalam pengertian keputusan tata usaha negara.
“Jadi bila berdasarkan itu apa lagi dalih mereka untuk memohonkan sengketa ini pada PTUN. Ini upaya yang sama sekali tidak lazim dan tidak ada dasar hukumnya. Jadi bila hakim kemudian menolak gugatan mereka hari ini, kami tidak terkejut lagi karena kajian kami sejak awal sudah seperti itu.” kata pengacara kondang di Palu ini.
Gubernur Longki Djanggola saat dihubungi sekaitan dengan putusan PTTUN itu, mengatakan bahwa ia belum menerima salinan keputusannya. Namun PH Koalisi sudah menyampaikan perihal itu melalui pesan singkat.
“Kami sudah menerima kabar dari tim penasehat hukum kami yang memantau persidangan itu dan memastikan bahwa gugatan Paslon 1 sudah ditolak oleh PT TUN Makassar. Mereka bukan menggugat pasangan kami tapi KPU Sulteng,” kata Longki.
Adapun Nisba Mariadjang, anggota Komisi Pemilihan Umum Sulteng melalui pesan singkat membenarkan putusan PTTUN itu.
“Ya benar, PTTUN Makassar sudah menolak gugatan pasangan calon Rusdi Mastura dan Ihwan Datu Adam,” kata Nisba saat dihubungi melalui telepon./kabarselebes.com

Baku Tembak di Poso, Dua Terduga Teroris dan Satu Polisi Tewas



Poso - Dua orang anggota kelompok sipil bersenjata yang diduga kuat anggota teroris pimpinan Santoso dan satu anggota Polisi tewas dalam baku tembak dengan personel Operasi Tinombala Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) di Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Selasa, sekitar pukul 10.00 WITA. 
Pimpinan Operasi Tinombala Poso Kombes Pol Leo Bona Lubis mengemukakan kepada wartawan di Mapolres Poso, Selasa, baku tembak itu berawal ketika personel operasi menerima informasi intelijen bahwa ada sekolompok orang yang mencurigakan ingin membeli sembako di Desa Sangginora.
Personel kemudian langsung dikerahkan melakukan penjagaan dan pencarian orang tersebut yang dilaporkan menggunakan mobil Avanza warna hitam.
Personel Operasi Tinombala kemudian berhasil mencegat mobil tersebut yang ditumpagi dua orang anggota kelompok bersenjata. 
Ketika akan diperiksa, penumpang mobil itu langsung mengeluarkan tembakan ke arah polisi, sehingga terajadi kontak senjata di antara kedua kelompok di dalam desa tersebut.
"Ada tiga orang meninggal dunia dalam baku tembak itu, dua dari pihak kelompok bersenjata dan satu dari kepolisian yakni berinsial Wahyudi Saputra dengan pangkat brigadir," ujar Leo Bona Lubis.
Korban WS mengalami luka di bagian dagu sebelah kanan yang tembus bagian belakang kepala. Jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Poso, dan kini dalam proses evakuasi ke Kota Palu.
Mengenai identitas dua jenazah oknum teroris itu, Leo Bona mengaku masih dalam proses identifikasi. 
Sementara itu, dua jenazah yang diduga berasal dari anggota kelompok teroris pimpinan Santoso hingga kini masih berada di lokasi kejadian, bersama sejumlah barang bukti.
Kedua jenazah korban ditinggal di lokasi sambil menunggu penyelidikan untuk mengungkap identitas dari kedua orang tersebut. 
Pihak kepolisian setempat yang tergabung dalam Operasi Sandi Tinombala 2016 masih terus melakukan pengejaran dan upaya olah TKP di lokasi kejadian.